MENYIKAPI PERBEDAAN
Menyikapi Perbedan-Perbedaan dalam setiap orang adalah suatu kelaziman yang ada dimana-mana, dari perbedaan-perbedaan tersebut kita bisa mendapatkan banyak pelajaran-pelajaran yang baru yang mesti kita ketahui. Dari perbedaan-perbedaan yang ada maka disana akan timbul sebuah kebijaksanaan dalam setiap sesuatu. Kebijaksanaan tersebut bisa kita lihat bagaimana cara orang memandang atau menanggapi suatu hal yang mungkin sangat asing didengar dan di lihat.
Dari setiap perbedaan itu kita bisa mengambil sikap masing-masing tanpa harus saling mencela dan memvonis tanpa ada klarifikasi terhadap apa dan dimana tempat perbedaannya itu. Ketika kita melihat para penganut Agama lain yang beribadah dengan caranya masing-masing, maka disanalah timbul pemikiran bagaimana cara kita menyikapi perbedaan itu, cara menyikapi perbedaan yang seperti itu adalah dengan cara mentoleransi.
Dalam konteks Agama Islam pun demikian, ketika timbul sebuah perbedaan maka akan timbul juga rasa saling menghargai satu sama lain, tanpa harus saling mencaci atau mencela, terlebih saling memvonis yang tidak pantas dilakukan.
Dalam Islam, perbedaan pendapat adalah keniscayaan. Dari sejak dahulu sampai sekarang ada ragam pendapat dalam Islam. Sehingga perlu kedewasaan berpikir dan bijak dalam melihat varian pendapat ulama. Sebagian orang tidak siap menerima perbedaan pendapat tersebut. Mereka menganggap apa yang dipikirkan dan dipelajarinya kebenaran final. Sehingga tidak ada lagi ruang dialog dan diskusi. Akibatnya, dia menganggap orang yang berbeda pendapatnya sebagai lawan dan musuh.
Seringkali terjadi lantaran beda pendapat saling mencaci, menyesatkan, bahkan mengafirkan. Kata-kata kasar pun dikeluarkan untuk menunjukan ketidaksetujuan terhadap pendapat yang dilontarkan orang lain.
Maka saran untuk kita semua adalah jangan terlalu mudah untuk berkata-kata yang tidak sepantasnya untuk di keluarkan. Karena itulah pentingnya berpikir terlebih dahulu sebelum berbicara.


Komentar
Posting Komentar